Essay-Happiness-Love

Tags: Good Business Plan ExamplesHorrid Henry HomeworkProblem Solving Strategies In MathematicsEnglish Report Writing Topics PdfI Need Help With My High School EssayDescriptive Essay Outline 20Thesis Theme Seo Setup

Untuk bilangan setelah 11 dan 12 yaitu 13 sampai 19 mengikuti pola dengan menambahkan ‘teen’ yang berarti 10 setelah angka satuan Contohnya : 16 = 6 10 Sixteen = Six Teen Untuk bilangan setelah 19 yaitu 20-29 mengikuti pola dengan penambahan ‘twenty’ (dua puluh) Contohnya: 21 = 20 1 Twenty one = twenty one Dan seterusnya bisa dilakukan dengan cara sebelum angka satuan melakukan penambahan: Thirty = 30 Fourty = 40 Fifty = 50 Sixty = 60 Seventy = 70 Eighty = 80 Ninety = 90 Sistem penamaan numerasi bahasa Jerman dan Bahasa Inggris memiliki perbedaan secara linguistik.Untuk sistem penamaan numerasi bahasa Jerman, khusunya pada angka 11 dan 12.Hal itu disebabkan karena sistem penamaan bahasa Jerman menganut bahasa Proto-Germanic.Untuk bilangan belasan menggunakan عشر yang berarti sepuluh.Aturan penggunaan عشر untuk bilangan belasan itu diambil berdasarkan Murakkab yang merupakan ungkapan tersusun dari dua kalimat atau lebih.Proto-Germanic biasa disebut Jermanik Umum atau Ur-Germanic, adalah bahasa proto yang direkonstruksi dari seluruh bahasa Jermanik.Sistem penamaan numerasi bahasa Inggris juga memiliki perbedaan secara linguistik pada angka 11 dan 12.Lambang yang paling banyak dipergunakan adalah lambang bilangan Hindu-Arab.Dikatakan Hindu-Arab karena lambang-lambang itu telah dipergunakan oleh orang-orang Hindu.Untuk sistem penamaan numerasi bahasa Arab 11 sampai 19 dapat dilakukan dengan cara penambahan عشرة (sepuluh) setelah angka satuan Contohnya: 11 = 1 10 عشر أحد = أحد عشرة Untuk bilangan setelah 19 dan seterusnya bisa dilakukan dengan cara penambahan و setelah bilangan satuan dan diteruskan dengan penambahan: عشرون = 20 ثَلاَثُوْنَ = 30 وأربعون = 40 والخمسون = 50 والستون = 60 السبعين = 70 والثمانين = 80 والتسعين = 90 Untuk sistem penamaan numerasi bahasa Indonesia pada 11-19 dengan cara penambahan ‘belas’ setelah angka satuan Contohnya: 12 = 2 10 Dua belas = dua belas Untuk penamaaan numerasi setelah 19 dan seterusnya bisa dilakukan dengan cara penambahan angka satuan dan teruskan dengan penambahan: Dua puluh = 20 Tiga puluh = 30 Empat puluh = 40 Lima puluh = 50 Enam puluh = 60 Tujuh puluh = 70 Delapan puluh = 80 Sembilan puluh = 90 Untuk sistem penamaan numerasi bahasa Indonesia dan bahasa Arab tidak terjadi perbedaan secara linguistik.Hal itu disebabkan karena sisem penamaan numerasi bahasa Indonesia dan Arab menganut sistem penamaan numerasi Hindu-Arab.

SHOW COMMENTS

Comments Essay-Happiness-Love

The Latest from chelbiki.ru ©